Catatan dari Sepertiga Malam: Mengapa 100 Mahasiswa Menemukan “Diri” di Atas Sajadah, Bukan di Layar AI?

Prof. Iskandar Nazari

(Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN STS Jambi & Founder Ruhiologi)

Di tengah hiruk-pikuk era disrupsi, di mana kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil alih peran kognitif manusia, sebuah fenomena batin terjadi di ruang akademik kami. Sebagai bagian dari mata kuliah Psikologi Pendidikan di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, saya mengajak para mahasiswa melakukan perjalanan melampaui teks dan teori: sebuah perjalanan menuju laboratorium batin di sepertiga malam sekaligus memperkuat ketahanan intelektual mereka.

Kejujuran di Balik Layar Zoom: Wajah Kusut dan Beban Mental

Perjalanan ini dimulai melalui kelas virtual “Kuliah Sepertiga Malam”. Sebelum bergabung, saya memberikan instruksi untuk Terkoneksi dengan Logika Jalur Langit: mendirikan Salat Sunat Taubat, Tahajud, Hajat, hingga Witir.

Saat kamera Zoom menyala, saya menatap wajah-wajah muda yang tampak kusut dan menyimpan beban mental mendalam. Melalui pendekatan Pedagogy of Care, saya bertanya jujur: “Siapa yang benar-benar melakukan instruksi langit tadi?” Mayoritas mengaku tidak mengerjakannya karena kalah oleh beban aktivitas dan rasa malas. Di sinilah Ruhiologi hadir bukan untuk menghakimi, melainkan menyentuh titik rapuh jiwa mereka.

Menghadapi Krisis Literasi: Dari Malas Baca Menjadi Penulis

Sebagai Profesor Psikologi Pendidikan, saya menyadari adanya tantangan besar terkait rendahnya minat dan daya tahan baca mahasiswa. Mayoritas mereka jarang ke perpustakaan, enggan membeli buku, bahkan belum terbiasa mengakses e-book atau e-journal.

Untuk memutus rantai kemalasan intelektual ini, saya mengambil langkah tegas namun menyentuh:

  1. Wajib Literasi Mandiri: Saya mewajibkan mereka membaca, menelaah, dan mengkaji artikel-artikel ilmiah yang telah saya publikasi.

  2. Resume Tulis Tangan: Tugas tersebut harus dirangkum dengan tulisan tangan sendiri sebuah metode untuk mengoneksikan saraf motorik dengan batin (RQ).

  3. Ketegasan yang Menyentuh: Meski di minggu pertama banyak yang belum mengerjakan, saya terus melakukan “sentuhan” personal. Hasilnya, setelah beberapa minggu, mereka mulai merasakan pengalaman intelektual yang baru dan mulai tersentuh jiwanya untuk membaca.

Transformasi Menjadi Penulis yang Terpublikasi

Tanggung jawab moral saya sebagai pendidik adalah memastikan mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga produsen ilmu pengetahuan. Saya mewajibkan mereka menulis artikel dengan tema-tema spesifik yang saya tentukan, didampingi dengan referensi yang valid, dan wajib dipublikasikan secara online baik di Jurnal Ilmiah, Academia.edu, ResearchGate, maupun blog pribadi.

Tanggung Jawab Moral: IPTEK yang Mencerahkan

Ini adalah bentuk pengabdian saya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mencerahkan masyarakat. Melalui Ruhiologi, saya mengajarkan bahwa:

  • Harmonisasi Kecerdasan: Menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ di bawah kendali RQ (Ruhiology Quotient).

  • Mengendalikan AI: Mahasiswa harus menjadi subjek yang mengendalikan teknologi. AI bisa mengolah data, namun hanya Ruhiologi yang mampu mengolah makna dan integritas referensi.

Menuju “The Ruhiology Diary”

Kisah nyata 100 mahasiswa UIN STS Jambi ini dari mereka yang malas membaca hingga mampu mempublikasikan karya akan menjadi inti dari buku terbaru saya, The Ruhiology Diary (Healing With Salat). Buku ini adalah manifestasi tanggung jawab akademik dan spiritual saya untuk membuktikan bahwa pendidikan sejati harus mampu mengubah “wajah yang kusut” menjadi “jiwa yang bercahaya” melalui literasi dan koneksi Ilahi.

Salam Ruhiologi,

Menyentuh Jiwa, Mengembangkan Ilmu, Mencerahkan Bangsa.

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    “Psikologi Shalat: Mengatasi Stres Akut dan Menyembuhkan Jiwa yang Mati Rasa.”

    KHUTBAH JUMAT Mesjid Az – Zikra Rumah Dinas Gubernur Jambi Oleh: Prof. Iskandar Nazari l Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sutha Jambi l Founder Ruhiologi l Direktur NU Care LazisNU…

    Dari Neurologi menuju Ruhiologi: Mengukur Pancaran Cahaya Tuhan di Otak Generasi Z melalui Instrumen Kecerdasan Ruhiologi (RQI)

    Oleh: Prof. Iskandar Nazari, S.Ag.,M.Pd.,M.S.I., M.H., Ph.D. (Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi l Founder & Deplover Ruhiologi) Di tengah pusaran disrupsi siber abad ke-21, dunia pendidikan…

    One thought on “Catatan dari Sepertiga Malam: Mengapa 100 Mahasiswa Menemukan “Diri” di Atas Sajadah, Bukan di Layar AI?

    1. “Artikel ini sangat relate dengan kehidupan sekarang. Dari artikel ini saya jadi sadar kalau perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, seperti membiasakan baca sedikit demi sedikit dan mulai menulis apa yang dipikirkan. Menurut saya, perjuangan melawan malas itu nyata dan dialami banyak orang. Artikel ini memberi motivasi bahwa kita masih bisa berubah kalau ada niat dan usaha.”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    “Psikologi Shalat: Mengatasi Stres Akut dan Menyembuhkan Jiwa yang Mati Rasa.”

    • By Admin
    • Juni 5, 2026
    • 19 views
    “Psikologi Shalat: Mengatasi Stres Akut dan Menyembuhkan Jiwa yang Mati Rasa.”

    Dari Neurologi menuju Ruhiologi: Mengukur Pancaran Cahaya Tuhan di Otak Generasi Z melalui Instrumen Kecerdasan Ruhiologi (RQI)

    • By Admin
    • Mei 31, 2026
    • 43 views
    Dari Neurologi menuju Ruhiologi: Mengukur Pancaran Cahaya Tuhan di Otak Generasi Z melalui Instrumen Kecerdasan Ruhiologi (RQI)

    Krisis “Kecerdasan Kering”: Mengapa IQ, EQ, dan SQ Membutuhkan Fondasi Ruhiologi (RQ)

    • By Admin
    • Mei 31, 2026
    • 14 views
    Krisis “Kecerdasan Kering”: Mengapa IQ, EQ, dan SQ Membutuhkan Fondasi Ruhiologi (RQ)

    Ruhiology Quotient (RQ) sebagai Meta-Intelijensi di Era Kecerdasan Buatan (AI) “Melampaui IQ, EQ, dan SQ”

    • By Admin
    • Mei 31, 2026
    • 47 views
    Ruhiology Quotient (RQ) sebagai Meta-Intelijensi di Era Kecerdasan Buatan (AI) “Melampaui IQ, EQ, dan SQ”

    Mengurai Polemik Ribuan Kurban Presiden: Perspektif Fikih Kontemporer dan Kedalaman Ruhiologi

    • By Admin
    • Mei 28, 2026
    • 38 views
    Mengurai Polemik Ribuan Kurban Presiden: Perspektif Fikih Kontemporer dan Kedalaman Ruhiologi

    Wukuf Ruhani dan Hikmah BerKurban: “Menggugat Matinya Nurani di Era Digital”

    • By Admin
    • Mei 27, 2026
    • 66 views
    Wukuf Ruhani dan Hikmah BerKurban: “Menggugat Matinya Nurani di Era Digital”