
Di bawah komando Prof. Iskandar, NU Care-LAZISNU PWNU Jambi melakukan lompatan besar dalam strategi pemberdayaan ekonomi umat. Bukan sekadar memberikan bantuan materi, program pemberdayaan UMKM kali ini menghadirkan RuhioPreneurCamp sebagai distinguishing factor (faktor pembeda) yang mengintegrasikan kecerdasan finansial dengan kekuatan spiritual berbasis gagasan Ruhiologi.
Program ini dirancang sebagai ekosistem hulu-ke-hilir. Para pelaku UMKM tidak dibiarkan berjuang sendiri setelah menerima bantuan, melainkan dikawal melalui sistem monitoring yang ketat dan penguatan batin yang berkelanjutan.
Empat Pilar Kemandirian: Modal, Sarana, dan Skill
Program ini menyasar transformasi total pelaku usaha melalui empat tahapan konkret:
Pemberian Sarana Usaha: Bantuan fisik berupa gerobak atau alat pendukung usaha yang representatif.
Permodalan Stimulan: Suntikan modal untuk memastikan roda usaha mulai berputar tanpa beban riba.
Pelatihan Intensif: Pembekalan keterampilan teknis mulai dari manajemen stok hingga strategi pemasaran digital serta pembinaan kerohanian berbasis Ruhiologi.
Monitoring Bulanan: Evaluasi rutin untuk memastikan usaha berjalan stabil dan terus bertumbuh serta Majlis Ilmu RuhiOreneurCamp.
RuhioPreneurCamp: Majelis Ilmu dan Inkubasi Spiritual
Faktor pembeda utama dari program ini adalah RuhioPreneurCamp, sebuah majelis ilmu bulanan yang wajib diikuti oleh seluruh mitra binaan. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah kawah candradimuka bagi para pengusaha:
Evaluasi & Mentoring Usaha: Ruang untuk membedah tantangan teknis di lapangan, berbagi solusi antar pedagang, dan mendapatkan arahan langsung dari para pakar.
Upgrading Skill & Pengalaman: Penajaman kemampuan berwirausaha agar mampu bersaing di pasar modern.
Majelis Pengajian Ruhiologi: Di sinilah gagasan Prof. Iskandar tentang Ruhiologi diimplementasikan. Para peserta diajak menyadari bahwa setiap transaksi dagang adalah bentuk “komunikasi” dengan Tuhan. Mereka diajarkan untuk menjaga frekuensi kesadaran ilahiyah agar rezeki yang didapat tidak hanya banyak, tapi juga berkah.
Transformasi Malam: Muhasabah dan Koneksi Langit
Puncak dari RuhioPreneurCamp adalah kegiatan spiritual malam hari yang menjadi pembeda fundamental dengan pelatihan UMKM lainnya. Ali Murtada Ketua LAZISNU Prov. Jambi menyatakan bahwa dalam program ini para pengusaha diajak melakukan Muhasabah Malam, sebuah proses pembersihan niat dan refleksi diri.
Kegiatan ini diisi dengan pelaksanaan Sholat Sunnah Taubat, Tahajjud, dan Hajat serta Witir. Tujuannya agar para pelaku UMKM memiliki ketahanan mental (resiliensi) yang kuat. Mereka dididik untuk menjadi pengusaha yang “tangan di atas”, yang tidak hanya mengejar omzet di bumi, tapi juga mengetuk pintu-pintu langit.
Siklus Sedekah: Dari Penerima Menjadi Pemberi
Keunikan lain dari program NU Care Jambi ini adalah penerapan sistem monitoring berbasis sedekah. Setiap penerima manfaat didorong untuk menyisihkan sebagian keuntungan mereka setiap hari sebelum memulai usaha diawali dengan Sedakah sebagai dana abadi umat melalui Kotak Koin NU.
Dana sedekah dari para UMKM yang sukses ini kemudian akan diputar kembali menjadi modal bagi UMKM baru berikutnya. “Ini adalah siklus kemandirian. Kita ingin mengubah Mustahik (penerima manfaat) menjadi Munfiq (pemberi manfaat) melalui jalur perniagaan yang diberkahi,” ujar Prof. Iskandar.
Mencetak Saudagar Ruhiologi
Dengan hadirnya RuhioPreneurCamp, NU Care-LAZISNU Jambi tidak hanya sedang mencetak pedagang, tetapi sedang membangun barisan Saudagar Ruhiologi. Mereka adalah pengusaha yang tangguh secara ekonomi, terampil secara teknis, dan memiliki kedekatan spiritual yang kokoh kepada Sang Maha Pemberi Rezeki.
Ayo para Muzakki dan Darmawan bersama NU Care LAZISNU Provinsi Jambi kita gerakkan kemandirian ekonomi dengan profesional dan proporsional yang tidak mengenyampingkan nilai nilai spritualitas dan keberkahan.









Terimakasih banyak atas artikelnya pak semoga berkah dan bermanfaat pak