Prof. Iskandar “Menginspirasi JOK FKIP UNJA “Trik Mudah Penulisan Buku Ajar & Buku Referensi Berbasis Riset”

Jambi, 23 Oktober 2025 — Jurusan Olahraga dan Kepelatihan FKIP Universitas Jambi menggelar seminar bertajuk “Optimalisasi Metode Penulisan Buku Ajar dan Buku Referensi Berbasis Riset” di Aula Lantai 3 Rektorat Lama Universitas Jambi. Acara ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kesadaran bahwa menulis buku ilmiah bukan sekadar tugas akademik, tetapi ibadah ilmiah yang bernilai spiritual.

Seminar dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Hendra Sopian, M.S.I., Wakil Dekan III FKIP Universitas Jambi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa menulis adalah bagian dari tanggung jawab keilmuan seorang dosen.

“Menulis itu bukan sekadar tuntutan administratif, tapi bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan amal intelektual. Hasil penelitian yang tak ditulis, ibarat cahaya yang tak pernah menerangi,” ujarnya.

Ketua Panitia, Adrizal, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membangun tradisi menulis yang berkelanjutan di lingkungan FKIP UNJA.

“Kami ingin mengubah mindset bahwa menulis buku itu sulit. Sebenarnya, menulis adalah proses melahirkan kembali gagasan bukan beban, melainkan warisan intelektual yang berpahala,” katanya.

Prof. Iskandar Nazari: Menulis Itu Ibadah Ilmiah, Bukan Sekadar Akademik

Seminar menghadirkan narasumber utama Prof. Iskandar Nazari, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D., Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan Founder Ruhiologi. Dalam materinya berjudul “Menulis Itu Ibadah Ilmiah”, Prof. Iskandar mengajak peserta melihat menulis dari sudut pandang spiritual.

“Riset tanpa tulisan hanyalah ide yang menguap. Dosen sejati mengajar dua kali di kelas dan di lembar buku,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan dzikir akademik yang menghubungkan ilmu dengan kesadaran ruhani.

Mengutip QS. Al-‘Alaq: 1, “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq”, Prof. Iskandar menjelaskan bahwa menulis adalah kelanjutan dari perintah membaca dengan nama Tuhan.

“Peradaban dimulai dari pena yang sadar, bukan pena yang sekadar menyalin. Setiap huruf yang ditulis dengan niat ibadah akan menjadi amal jariyah yang abadi,” tegasnya.

Diskusi Hangat: Dari Ide Mentok hingga Tantangan AI

Sesi diskusi berjalan interaktif. Para dosen dan mahasiswa bertanya dengan antusias tentang cara mengubah ide menjadi buku, mengatasi kebuntuan menulis, hingga bagaimana menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara etis.

Seorang mahasiswa bertanya,

“Saya sudah mencoba menulis, tapi sering mentok. Bagaimana agar ide berkembang jadi buku yang utuh?”

Prof. Iskandar menjawab dengan pendekatan Ruhiologis:

“Tulisan yang mentok bukan karena kekurangan ide, tapi karena ruhnya belum hadir. Tulis dengan cinta, niatkan sebagai ibadah, nanti struktur dan alurnya akan mengalir dengan sendirinya.”

Terkait penggunaan AI, salah satu dosen muda menanyakan,

“Bagaimana agar pemanfaatan AI tidak terkesan copy-paste?”

Prof. Iskandar menjawab tegas:

“AI boleh merangkai kata, tapi tidak bisa menata niat. Gunakan AI sebagai mitra berpikir, bukan pengganti kesadaran. Teknologi membantu, tapi ruh manusialah yang menghidupkan tulisan.”

Menulis dengan Ruhani, Membangun Peradaban Ilmu

Seminar diakhiri dengan refleksi bersama: menulis bukan hanya kerja akademik, tetapi ibadah ruhani.

“Kita terlalu lama menulis dengan akal, padahal hati telah kering dan ruh tertidur. Saatnya menulis dengan ruh — agar setiap kata menjadi cahaya,” pesan Prof. Iskandar.

Para peserta berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai gerakan literasi akademik berjiwa spiritual di FKIP Universitas Jambi.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Menulis berarti mengabadikan ilmu, menginspirasi generasi, dan menyemai pahala tanpa batas,” pungkas Prof. Iskandar Nazari.

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    Sholat yang “Pulang” ke Rumah-Nya: Membedah Ruhiologi dalam Sujud Kita (Refleksi Pemikiran Prof. KH. Imam Suprayogo) Tokoh Pendidikan Nasional. Pernahkah kita bertanya, mengapa bangsa dengan jumlah mushalla dan masjid terbanyak…

    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    Prof. KH. Imam Suprayogo  (Tokoh Pendidikan Nasional) Tahukah Anda perang apa yang paling dahsyat di muka bumi ini? Bukan agresi Rusia ke Ukraina, bukan pula konflik berkepanjangan di Palestina. Perang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

    • By Admin
    • Januari 16, 2026
    • 0 views
    Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 53 views
    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 5 views
    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 22 views
    Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

    Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 54 views
    Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

    RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21

    • By Admin
    • Januari 13, 2026
    • 10 views
    RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21