Peluncuran Buku “Ruhiologi” di Gramedia Jambi: Prof. Iskandar Guncang Kesadaran Baru Dunia Pendidikan

Gerakan Kebangkitan Ruhani, Literasi, dan Kesadaran Nasional Dimulai dari Tanah Jambi

Jambi — Gramedia Jambi pada Sabtu (18/10/2025) tak lagi sekadar toko buku. Hari itu, ruang literasi terbesar di kota ini berubah menjadi “ruang kesadaran ruhani” ketika Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D meluncurkan karyanya yang monumental: “Ruhiologi: Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21.”

Acara yang dihadiri ratusan dosen, mahasiswa S1, S2, dan S3 ini berlangsung penuh keharuan, inspirasi, dan refleksi mendalam. Moderator Dr. Suci Nora Julina Putri, doktor muda bidang Bimbingan Konseling, memandu jalannya diskusi dengan sentuhan akademik dan spiritual yang menyatu.

Gramedia Jadi Panggung Kebangkitan Literasi Ruhani

Dalam momen ini, PT Samudra Inspirasi Ruhiologi secara resmi bekerja sama dengan Gramedia Jambi untuk memperluas jangkauan literasi berbasis ruhani.
Kini, buku “Ruhiologi: Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21” sudah tersedia di Gramedia Jambi dan akan segera hadir di berbagai cabang Gramedia nasional.

“Ini bukan sekadar peluncuran buku. Ini panggilan jiwa,” tegas Prof. Iskandar di hadapan audiens.
“Kita ingin mengembalikan semangat literasi ke ruang publik, agar generasi muda — terutama Gen Z — kembali mencintai membaca, berpikir mendalam, dan menemukan jati diri melalui ilmu yang bernapas ruhani.”

Teori Ruhiologi: Menghidupkan Kembali Ruh Pendidikan

Dalam sesi pemaparan, Prof. Iskandar menegaskan bahwa pendidikan nasional kini menghadapi krisis akhlak, moral, dan makna.
“Banyak siswa hari ini pandai menjawab soal, tapi gagal menjawab panggilan hati,” ujarnya lantang.
“Pendidikan kita terlalu rasional, terlalu sibuk dengan data dan algoritma, tapi lupa menumbuhkan rasa dan niat.”

Konsep Ruhiology Quotient (RQ) yang beliau gagas menempatkan ruh dan kesadaran ilahi sebagai inti dari semua kecerdasan: intelektual (IQ), emosional (EQ), spiritual (SQ), dan bahkan kecerdasan artifisial (AI-Q).

“RQ bukan tambahan dari IQ atau EQ — RQ adalah sumbernya,” tegasnya. “Ilmu tanpa ruh hanyalah data; pengetahuan tanpa kesadaran hanyalah beban intelektual.”

Pertanyaan Mahasiswa: Bagaimana Mengimplementasikan Ruhiologi?

Diskusi berlangsung hidup dan reflektif. Mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias mengajukan pertanyaan, terutama tentang bagaimana menerapkan teori Ruhiologi dalam kehidupan nyata.

Seorang mahasiswa pascasarjana bertanya dengan penuh rasa ingin tahu:

“Prof, bagaimana kami sebagai mahasiswa bisa mempraktikkan Ruhiologi dalam kehidupan akademik dan pribadi kami?”

Prof. Iskandar menjawab dengan lembut namun penuh makna:

“Mulailah dari niat. Sadari bahwa setiap tugas, setiap penelitian, bahkan setiap percakapan, bisa menjadi ibadah bila diiringi kesadaran ruhani.
Ruhiologi bukan teori yang harus dihafal, tetapi jalan hidup yang harus dirasakan.”

Pernyataan itu disambut tepuk tangan panjang — bukan karena retorikanya, tapi karena ia menyentuh sisi terdalam jiwa para pendengarnya.

Dukungan Akademisi dan Pemerintah: Jambi Jadi Titik Awal Revolusi Ruhani Pendidikan

Gagasan Ruhiologi kini mendapatkan dukungan luas dari puluhan profesor lintas disiplin ilmu, termasuk bidang psikologi pendidikan, filsafat Islam, dan manajemen pendidikan.
Lebih membanggakan lagi, Gubernur Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi secara resmi merekomendasikan penerapan teori Ruhiologi sebagai pilot project pendidikan ruhani di salah satu Sekolah di Jambi.

Langkah ini menandai babak baru dalam sejarah pendidikan nasional — ketika pendidikan tidak lagi hanya mencetak kepintaran, tetapi juga membangun kesadaran dan kebijaksanaan.

Literasi yang Menyalakan Ruh

Peluncuran buku ini menjadi momentum kebangkitan literasi berkesadaran — literasi yang tidak berhenti pada membaca teks, tetapi membaca tanda-tanda Allah dalam diri manusia.

“Mari kita hidupkan kembali ruh pendidikan,” seru Prof. Iskandar di penghujung acara.
“Sekolah tidak boleh lagi menjadi pabrik nilai, tetapi taman kesadaran.
Karena pendidikan sejati bukanlah mencerdaskan otak, tetapi menyadarkan ruh.”

Tepuk tangan panjang bergema di seluruh ruang Gramedia.
Beberapa pengunjung bahkan mengaku peluncuran buku ini terasa seperti kuliah ruhani.

Ruhiologi: Dari Jambi Menuju Indonesia Berkesadaran

Kerja sama Samudra Inspirasi Ruhiologi dengan Gramedia Jambi bukan sekadar kolaborasi distribusi buku,
tetapi gerakan moral dan intelektual untuk membangun Indonesia yang berkesadaran.
Buku Ruhiologi kini tidak hanya hadir di rak Gramedia, tetapi juga mengetuk hati generasi muda untuk mencari keseimbangan antara ilmu dan iman, antara data dan doa, antara kemajuan dan kesadaran.

Buku “Ruhiologi: Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21” Karya Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D. Tersedia di Gramedia Jambi dan segera di Gramedia seluruh Indonesia.

#Ruhiologi #ProfIskandar #SamudraInspirasiRuhiologi #GramediaJambi #PendidikanBerkesadaran #KebangkitanRuhani #LiterasiRuhani #RevolusiRuhani #KecerdasanRQ #PendidikanHolistik #GenerasiZ #KesadaranIlahi #PendidikanIndonesia #IntelektualBerkesadaran

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    Sholat yang “Pulang” ke Rumah-Nya: Membedah Ruhiologi dalam Sujud Kita (Refleksi Pemikiran Prof. KH. Imam Suprayogo) Tokoh Pendidikan Nasional. Pernahkah kita bertanya, mengapa bangsa dengan jumlah mushalla dan masjid terbanyak…

    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    Prof. KH. Imam Suprayogo  (Tokoh Pendidikan Nasional) Tahukah Anda perang apa yang paling dahsyat di muka bumi ini? Bukan agresi Rusia ke Ukraina, bukan pula konflik berkepanjangan di Palestina. Perang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

    • By Admin
    • Januari 16, 2026
    • 0 views
    Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 53 views
    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 5 views
    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 22 views
    Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

    Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 54 views
    Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

    RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21

    • By Admin
    • Januari 13, 2026
    • 10 views
    RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21