Menggugat “Berhala” Kertas: Saat Kampus Kehilangan Ruh dan Kepakaran

Oleh: Prof. Iskandar Nazari

Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sutha Jambi

(Founder Ruhiologi & CEO Samudra Inspirasi Ruhiologi)

Membaca tulisan ‘Andi Azhar’ di Kompas terbitan 02 Pebruari 2026 yang bertajuk “Matinya Kepakaran di Tengah Banjir Publikasi”, hati saya terasa bergetar sekaligus perih. Artikel tersebut bukan sekadar kritik tajam bagi dunia akademik, melainkan sebuah cermin retak yang memperlihatkan wajah pendidikan kita yang kian pucat. Kita sedang menyaksikan sebuah ironi besar: kampus-kampus kita mengalami obesitas publikasi, namun di saat yang sama justru menderita gizi buruk makna.

Sebagai praktisi yang mendalami Ruhiologi, saya melihat fenomena “matinya kepakaran” ini bukan sekadar kegagalan sistem administrasi atau tuntutan Scopus semata. Ini adalah alarm keras tentang terjadinya dehumanisasi dan kekeringan spiritual di menara gading.

Ilmu Tanpa “Sidik Jari Jiwa”

Dalam perspektif Ruhiologi, ilmu pengetahuan adalah Nur cahaya Ilahi yang dititipkan untuk menerangi jalan kemanusiaan. Namun, apa yang terjadi ketika cahaya itu dipaksa masuk ke dalam mesin pabrik bernama “target publikasi”?

Saat ini, banyak artikel ilmiah lahir bukan dari perenungan mendalam atau kegelisahan batin melihat realitas sosial. Banyak karya lahir hanya karena “kejar tayang” untuk naik pangkat atau memenuhi kontrak riset. Akibatnya, tulisan-tulisan itu kehilangan Ruh. Tidak ada napas kejujuran di dalamnya. Ilmu hanya menjadi deretan angka dan kutipan yang saling mengunci, namun gagal menggetarkan hati pembacanya. Karya yang ditulis tanpa melibatkan qolbu tidak akan pernah sampai ke jiwa orang lain.

Kepakaran yang “Garing” dan Hilangnya Keteladanan

Gugatan Kompas terhadap makna kampus menyadarkan kita bahwa kita sedang melahirkan para pakar yang “pintar tapi kering”. Mereka mahir dalam metodologi, namun gagap dalam memberikan solusi nyata bagi umat. Inilah krisis keteladanan (uswah).

Kepakaran sejati seharusnya berbanding lurus dengan kedalaman spiritual. Semakin tinggi ilmu seorang profesor, seharusnya ia semakin memiliki Hikmah (kebijaksanaan). Namun, sistem hari ini justru memaksa akademisi menjadi “buruh kertas” yang waktunya habis untuk urusan administratif, hingga lupa untuk duduk bersama masyarakat, merenung, dan menyambungkan ilmu dengan Sang Maha Pencipta.

Menagih Fitrah Kampus: Kembali ke Kesadaran Ruhiologi

Menggugat makna kampus berarti mengajak kita semua untuk pulang. Kampus bukan sekadar “kantor” tempat memproses ijazah atau mengejar insentif jurnal. Kampus adalah ruang suci untuk mencari kebenaran hakiki.

Jika kampus kehilangan ruhnya, ia hanya akan menjadi gedung tua yang mencetak robot-robot cerdas namun tidak berjiwa. Ruhiologi menawarkan jalan keluar: Kembalikan niat. Riset seharusnya menjadi sarana Tazkiyah (penyucian diri), di mana setiap temuan ilmiah membuat kita semakin rendah hati di hadapan Sang Khalik dan semakin cinta pada sesama makhluk.

Refleksi Ruhiologis: Menulis dengan Cahaya

Banjir publikasi tidak akan mematikan kepakaran jika setiap kata yang tertulis lahir dari niat yang tulus. Jangan biarkan “berhala kertas” menjauhkan kita dari esensi ilmu.

Mari kita jawab kegelisahan yang dilemparkan oleh artikel Kompas tersebut dengan mulai menulis menggunakan cahaya batin. Agar setiap artikel ilmiah bukan sekadar syarat administrasi, melainkan warisan peradaban yang ber-Ruh. Sebab, ilmu yang tidak menghidupkan jiwa, pada hakikatnya adalah ilmu yang sudah mati sebelum ia dipublikasikan.

Salam Samudra Inspirasi Ruhiologi ‘SIR’

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    RuhioPreneurCamp: Arsitektur Pemberdayaan UMKM NU Care Jambi, Memadukan Kekuatan Ekonomi dan Kedalaman Spiritual

    Di bawah komando Prof. Iskandar, NU Care-LAZISNU PWNU Jambi melakukan lompatan besar dalam strategi pemberdayaan ekonomi umat. Bukan sekadar memberikan bantuan materi, program pemberdayaan UMKM kali ini menghadirkan RuhioPreneurCamp sebagai…

    “Ramadhan: Sinkronisasi Cahaya dan Kegembiraan”

    Prof. Iskandar Nazari _Founder Ruhiologi Mengapa ada orang yang menyambut Ramadhan dengan bayangan “haus dan lapar”, sementara bagi yang lain ia adalah pesta ruhani yang paling dirindukan? Sering kali kita…

    One thought on “Menggugat “Berhala” Kertas: Saat Kampus Kehilangan Ruh dan Kepakaran

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    Sajadah Healing: Arsitektur Ruhiologi dan Salat Khusyuk dalam Mitigasi Burnout Digital Generasi Z

    • By Admin
    • April 3, 2026
    • 12 views
    Sajadah Healing: Arsitektur Ruhiologi dan Salat Khusyuk dalam Mitigasi Burnout Digital Generasi Z

    Transformasi Epistemologi Kedokteran Berkesadaran Ketuhanan “Perspektif Ruhiologi Transintergtasi Ilmu”

    • By Admin
    • April 2, 2026
    • 64 views
    Transformasi Epistemologi Kedokteran Berkesadaran Ketuhanan “Perspektif Ruhiologi Transintergtasi Ilmu”

    Paradoksal Religiusitas vs Spiritualitas dalam Jerat Algoritma Digital ‘Perspektif Ruhiologi’

    • By Admin
    • Maret 31, 2026
    • 44 views
    Paradoksal  Religiusitas vs Spiritualitas  dalam Jerat Algoritma Digital ‘Perspektif Ruhiologi’

    Analisis Implementasi PP TUNAS 28 Maret 2026 berbasis Filosofis Ruhiologi Menjaga God Spot & God Light’ Anak ditengah Tipudaya Berhala Digital

    • By Admin
    • Maret 28, 2026
    • 20 views
    Analisis Implementasi PP TUNAS 28 Maret 2026 berbasis  Filosofis Ruhiologi Menjaga God Spot & God Light’ Anak ditengah Tipudaya Berhala Digital

    Ruhiologi vs. Psikologi Barat: Rekonstruksi Kesehatan Mental di Era Kecerdasan Buatan dan Informasi Berlebih

    • By Admin
    • Maret 28, 2026
    • 16 views
    Ruhiologi vs. Psikologi Barat: Rekonstruksi Kesehatan Mental di Era Kecerdasan Buatan dan Informasi Berlebih

    Restorasi Ruhiologi Berbasis Kesadaran Ketuhanan dan Transformasi Kecerdasan Ruhani melalui sinergi Deep Learning dan Kurikulum Cinta

    • By Admin
    • Maret 23, 2026
    • 20 views
    Restorasi Ruhiologi Berbasis Kesadaran Ketuhanan dan Transformasi Kecerdasan Ruhani melalui sinergi Deep Learning dan Kurikulum Cinta