Jambi, Selasa 14 Oktober 2025 — Suasana Balairung Universitas Jambi mendadak hening, penuh khidmat sekaligus hangat. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tampak menyimak dengan penuh perhatian paparan inspiratif dari Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D., Founder Ruhiologi sekaligus Guru Besar Psikologi Pendidikan, dalam Seminar Nasional Qur’ani bertema “Ruhiologi Qur’ani sebagai Kunci Kesehatan Mental dan Pengembangan Diri Gen Z.”
Acara prestisius yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi ini dibuka langsung oleh Dekan FKIP UNJA, Prof. Dr. Supian Ramli, yang dalam sambutannya memperkenalkan karya monumental Prof. Iskandar berjudul “Ruhiologi: Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21.” Beliau menegaskan bahwa konsep Ruhiologi telah menjadi terobosan penting dalam upaya memulihkan keseimbangan jiwa dan akal di tengah krisis mental yang melanda generasi muda.

“Kehadiran Ruhiologi merupakan tonggak penting bagi pendidikan yang berakar pada kesadaran Ilahi, sekaligus menjawab problem krisis makna di kalangan Gen Z,” tutur Prof. Supyan Ramli.
Ratusan Mahasiswa Antusias Menyimak Konsep “Kecerdasan Ruhani Tertinggi”
Tak hanya mahasiswa UNJA, peserta juga datang dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Mereka terhanyut dalam pemaparan Prof. Iskandar yang lugas, ilmiah, namun menggugah ruhani.

Dengan suara lantang dan penuh energi spiritual, Prof. Iskandar menjelaskan bagaimana “Kecerdasan Ruhiologi” (RQ) menjadi puncak kecerdasan manusia, melampaui IQ, EQ, SQ, dan AI-Q.
Ia mengurai dasar konseptualnya dari ayat suci “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq”, menuntun mahasiswa memasuki perjalanan batin menuju kesadaran Ilahi melalui proses konsentrasi, kontemplasi, aktivasi God Spot dan pancaran God Light.
“Ketika ruh dibimbing oleh kesadaran Ilahi, seluruh kecerdasan — akal, emosi, sosial, bahkan artificial — akan terintegrasi dalam satu frekuensi ilahiah. Dari sanalah lahir keputusan, perilaku, dan tindakan yang bernilai ibadah,” jelas Prof. Iskandar dalam pemaparannya yang memukau.
Hadiah Buku Ruhiologi dan Tepuk Tangan Menggema
Suasana seminar semakin semarak ketika Prof. Iskandar memberikan surprise kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan:
“Siapakah penggagas teori Ruhiologi?”
Salah seorang mahasiswa dengan cepat menjawab, “Prof. Iskandar!” sambil menunjukkan hasil pencarian di Google. Jawaban itu disambut tepuk tangan bergemuruh dari seluruh peserta. Sebagai apresiasi, Prof. Iskandar menghadiahkan buku karyanya “Ruhiologi: Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21” secara langsung di depan hadirin.
“Hadiah ini bukan sekadar buku, tapi cahaya penuntun untuk mengenal diri dan Tuhannya,” ucap Prof. Iskandar, yang disambut senyum dan takbir mahasiswa.
Mengakhiri dengan Foto Penuh Makna
Kegiatan yang berlangsung hampir tiga jam itu ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, panitia, dan peserta seminar. Raut wajah penuh kebahagiaan tampak dari seluruh peserta — sebuah momentum spiritual dan intelektual yang akan terus dikenang.







Masyaa Allah, seakan menemukan bagaimn mendidik siswa zaman sekarang
Ayo kita bangun kesadaran ilahiah untuk ekosistem pendidikan berkedadaran