Jebakan Judi Online Lintas Profesi: Perspektif Ruhiologi tentang Krisis Ruhani di Era Digital

Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D.
Guru Besar Psikologi Pendidikan & Founder Ruhiologi

Fenomena Nasional yang Mengkhawatirkan

Judi online kini menjadi wabah sosial lintas profesi di Indonesia. Bukan hanya masyarakat bawah, tapi juga siswa, mahasiswa, ASN, aparat penegak hukum, bahkan anggota TNI dan Polri ikut terjerat.
Di Provinsi Jambi, beberapa kasus menunjukkan dampak destruktif yang nyata: tekanan ekonomi, stres berat, hingga bunuh diri akibat jeratan hutang pinjaman online (pinjol).

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (2024), lebih dari 2,3 juta situs judi online telah diblokir, namun situs baru terus bermunculan setiap hari. Sementara itu, PPATK melaporkan bahwa perputaran uang dari judi online di Indonesia mencapai Rp 327 triliun hanya dalam enam bulan pertama tahun 2024 (CNN Indonesia, 2024).

“Judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi cermin kegelisahan ruhani yang belum menemukan arah makna.” (Prof. Iskandar, Founder Ruhiologi). Krisis ini bukan hanya tentang uang atau moralitas, tetapi tentang kehilangan pusat ruhani manusia modern. Inilah yang menjadi fokus pendekatan Ruhiologi, ilmu yang menempatkan ruh (spirit) sebagai pusat kesadaran, moral, dan keseimbangan hidup.

Mengapa Semua Kalangan Bisa Terjebak?

Secara psikologis, judi online bekerja dengan mekanisme dopaminic loop — otak terjebak dalam siklus harapan, euforia, dan kekecewaan yang berulang. Namun dari sudut Ruhiologi, fenomena ini lebih dalam:
manusia modern sedang melarikan diri dari ketidakpastian hidup menuju dunia maya yang memberi ilusi kendali dan keberuntungan.

Ketika jiwa kehilangan arah kepada Rabb, manusia mencari ketenangan semu melalui sensasi.
Fenomena ini disebut dislokasi ruhani — ruh kehilangan pusat orientasinya, akal menjadi lemah, dan nafsu mengambil alih.

Allah telah memperingatkan dalam QS. Al-‘Asr (103): 1–3:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”

Ketika manusia kehilangan iman dan kesabaran, ia beralih kepada hiburan dan harapan palsu, termasuk judi online yang menawarkan sensasi instan tanpa makna.

Judi Online dan Krisis Mental Kolektif

Data WHO (2023) menunjukkan 1 dari 4 orang di dunia mengalami gangguan mental, terutama kecemasan dan depresi. Di Indonesia, Riskesdas (2023) memperlihatkan peningkatan tajam gangguan jiwa pada usia produktif akibat tekanan ekonomi dan disrupsi digital.

Di Jambi, Tribun Jambi (2024) melaporkan beberapa kasus ASN dan aparat yang mengakhiri hidup akibat stres dan jeratan hutang dari judi online.
Fenomena ini mengungkap penyakit ruhani kolektif — manusia kehilangan kedamaian batin di tengah banjir informasi dan godaan digital.

Vice Crimes: Kejahatan terhadap Diri Sendiri

Dalam teori kriminologi klasik, judi termasuk kategori vice crimes kejahatan yang menimpa pelaku itu sendiri (Siegel, 2018).
Dari sudut Ruhiologi, ini adalah pengkhianatan terhadap potensi ilahiah manusia. “Ketika ruh tertutup kabut nafsu, akal kehilangan arah, hati kehilangan cahaya, dan tubuh kehilangan kendali.” Manifesto Ruhiologi (2025)

Manusia sejatinya diciptakan dengan fitrah ruhani yang mendorongnya mencari kebenaran. Namun ketika kesadaran ruhani itu padam, manusia menjadi hamba dari algoritma, bukan hamba Tuhan. Inilah akar terdalam kecanduan judi online — keterputusan dari Ruh Ilahi.

Solusi Ruhiologi untuk Pemulihan dan Pencegahan

1. Restorasi Kesadaran Ruhani (Tazkiyah an-Nafs)

Terapi perilaku tidak cukup. Pemulihan kecanduan judi online membutuhkan pembersihan jiwa (tazkiyah an-nafs)  latihan menyadari dorongan tamak dan rasa takut.
Praktiknya bisa melalui memperbaiki salat khusyuk, dzikir, meditasi/tafakur, dan refleksi makna hidup yang membangkitkan kesadaran diri akan kehadiran Tuhan (God Spot) hingga hadir Pancaran Cahaya Ilahi (God Light) hadir membimbing diri dalam setiap pengambilan keputusan berperilaku dengan selalu berada dalam frekwensi ibadah/ kesadaran ketuhanan.

2. Pendidikan RQ (Ruhiology Quotient)

Diperlukan pendidikan ruhani (RQ) di sekolah, kampus, dan lembaga pemerintahan.
RQ membantu individu memahami dirinya sebagai makhluk ruhani, bukan sekadar biologis.
Dengan RQ, manusia menjadi kuat menghadapi tekanan, tidak mudah tergoda sensasi, dan mampu mengelola emosi secara spiritual.

3. Komunitas Ruhiologi untuk Rehabilitasi Digital

Membangun komunitas di tempat kerja, lingkungan masyarakat dengan  mengembangkan Ruhiology Healing Program sebuah pendekatan integratif antara psikologi, dzikir, konseling, dan komunitas empatik bagi korban judi online atau program sejenisnya yang dilakukan secara konstinu berkesadaran, bukan sekedar pencitraan.

4. Kebijakan Publik Berbasis Kesadaran Ruhani

Pemerintah dan aparat hukum perlu membangun kebijakan yang menyeimbangkan penegakan hukum dan pemulihan spiritualitas.
Blokir situs dan hukuman tidak cukup tanpa penyadaran makna hidup dan pembinaan ruhani masyarakat.

Penutup: Membangunkan Ruh yang Tertidur

Judi online adalah cermin dari krisis ruhani manusia digital.
Kita kehilangan keheningan, kedalaman, dan hubungan dengan Sang Pencipta, lalu berlari kepada layar untuk mencari makna semu.

“Ruh yang sadar akan menuntun akal untuk bijak, hati untuk tenang, dan tindakan untuk bermakna.”  Prof. Iskandar, Founder Ruhiologi

Solusi sejati bukan hanya pada regulasi atau teknologi, tetapi pada restorasi ruhani  membangunkan kembali ruh yang tertidur dalam diri manusia menuju Intelektual Berkesadaran Ketuhanan.

 

Referensi

CNN Indonesia. (2024, Mei 18). PPATK ungkap perputaran uang judi online capai Rp 327 triliun.

Iskandar, (2025). Ruhioloig Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21. Muaro Jambi, Jambi. Samudra Inspirasi Ruhiologi

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2024). Laporan Penanganan Situs Judi Online Semester I 2024.

Siegel, L. J. (2018). Criminology: The Core (6th ed.). Cengage Learning.

Tribun Jambi. (2024, Juni 12). ASN di Jambi bunuh diri diduga akibat hutang dari judi online.

World Health Organization. (2023). Global report on mental health: Transforming mental health for all.

Admin

Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

Related Posts

Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

Sholat yang “Pulang” ke Rumah-Nya: Membedah Ruhiologi dalam Sujud Kita (Refleksi Pemikiran Prof. KH. Imam Suprayogo) Tokoh Pendidikan Nasional. Pernahkah kita bertanya, mengapa bangsa dengan jumlah mushalla dan masjid terbanyak…

“Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

Prof. KH. Imam Suprayogo  (Tokoh Pendidikan Nasional) Tahukah Anda perang apa yang paling dahsyat di muka bumi ini? Bukan agresi Rusia ke Ukraina, bukan pula konflik berkepanjangan di Palestina. Perang…

One thought on “Jebakan Judi Online Lintas Profesi: Perspektif Ruhiologi tentang Krisis Ruhani di Era Digital

  1. saya sangat setuju prof. banyak sekali k8ta mendengar banyak keluarga yang berantakan ekonominya dengan keterlibatan pada judi online, memang ruh nya yang perlu ditata

    1. Akibat dominan fakultas akal dan rasional, hingga menjadu dari tuhan dan mengakibatkan keringnya ruhani ehingga ketangan dan kedamaian menjauh dari diri, kuncinya bangun kesadaaran ilahiah yang menyeimbangkan asupan gizi fisik dan ruhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

  • By Admin
  • Januari 16, 2026
  • 0 views
Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 53 views
Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

“Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 5 views
“Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 22 views
Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 54 views
Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21

  • By Admin
  • Januari 13, 2026
  • 10 views
RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21