Isra Mi’raj dan Teknologi Shalat sebagai “Miraj” Mukmin

Prof. Iskandar _Guru Besar Psikologi Pendidikan _Founder Ruhiologi _CEO ‘SIR’ Samudra Inspirasi Ruhiologi

Banyak dari kita melihat Isra Mi’raj sebagai napak tilas sejarah semata. Namun, dalam perspektif Ruhiologi, peristiwa ini adalah demonstrasi tentang bagaimana kesadaran manusia mampu melampaui batasan ruang dan waktu untuk “bertemu” dengan Sang Pencipta.

Puncak dari perjalanan maha-dahsyat melintasi Sidratul Muntaha bukanlah pemandangan langitnya, melainkan sebuah hadiah teknologi ruhani yang kita sebut: Shalat.

1. Diplomasi Langit Tanpa Perantara
Dalam hukum syariat, sebagian besar perintah turun melalui malaikat Jibril. Namun, khusus untuk shalat, Allah mengundang langsung Baginda Nabi Muhammad SAW ke haribaan-Nya.

Perspektif Ruhiologi: Ini menandakan bahwa shalat memiliki urgensi frekuensi yang sangat tinggi. Shalat bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan jalur komunikasi “kabel optik” langsung antara hamba dengan Allah. Jika perintahnya saja diberikan tanpa perantara, maka saat kita mendirikannya, seharusnya tidak boleh ada “perantara” (gangguan pikiran/duniawi) yang menghalangi koneksi tersebut.

2. Shalat sebagai State Shifting (Perpindahan Dimensi)
Rasulullah harus “naik” menembus lapisan langit untuk menjemput shalat. Ini adalah simbol bahwa untuk menemui Allah, kesadaran kita harus “naik” meninggalkan gravitasi persoalan duniawi.

Logika Sains: Saat shalat dilakukan dengan benar (khusyuk), otak berpindah dari gelombang Beta (stres/logika) ke gelombang Alpha atau Theta (ketenangan/meditatif).

Logika Ruhiologi: Shalat adalah alat untuk melepas mode survival (bertahan hidup) dan masuk ke mode surrender (berserah diri). Jika Rasulullah harus ke langit demi shalat, masa kita masih membiarkan jiwa kita “terpuruk di bumi” saat adzan berkumandang?

3. Masalahmu Tidak Lebih Tinggi dari Sidratul Muntaha
Kenapa kita sering berat bangun atau menunda shalat? Karena kita merasa beban hidup kita lebih “berat” daripada nilai perjumpaan dengan Allah.

Dalam Ruhiologi, menunda shalat adalah tanda bahwa ego sedang memimpin kesadaran. Kita merasa bahwa bekerja, tidur, atau mengobrol lebih mampu memberi solusi daripada Allah. Padahal, Isra Mi’raj mengajarkan bahwa solusi atas segala kerumitan dunia hanya ada di “Atas”.

4. Aktivasi “Mi’raj” dalam Sujud
Satu hal yang sering kita lupakan: Ash-shalaatu mi’rajul mu’minin (Shalat adalah mi’raj-nya orang beriman).

Setiap kali kita takbiratul ihram, kita sebenarnya sedang memulai perjalanan menembus langit batin. Saat sujud, kita meletakkan bagian tubuh paling mulia (kepala) sejajar dengan tanah sebuah simbol pelepasan ego total. Di titik nol itulah, ruh kita justru sedang berada di puncak tertinggi.

Refleksi Ruhiologis:
Jika demi hadiah ini Rasulullah harus menembus batas alam semesta, lantas alasan apa yang cukup layak untuk kita jadikan pembenaran saat mengabaikannya?

Jangan-jangan, hidup kita masih terasa berat bukan karena ujiannya yang besar, tapi karena kita melewatkan “hadiah kemudahan” yang turun langsung dari Sidratul Muntaha.

Referensi:

Al-Qur’anul Karim. (Surah Al-Isra: 1; Surah An-Najm: 13-18).

Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Sahih al-Bukhari. (Hadits tentang perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat).

Iskandar.2025. Ruhiologi Paradigma Pendidikan Holistik Abad 21. Jambi. Samudra Inspirasi Ruhiologi.

Newberg, A., & Waldman, M. R. (2009). How God Changes Your Brain: Breakthrough Findings from a Leading Neuroscientist. Ballantine Books. (Studi tentang bagaimana praktik spiritual intensitas tinggi mengubah struktur saraf).

Shauqi, A. (2021). The Science of Shalat: Memahami Mekanisme Fisik dan Psikis dalam Ibadah. Deepublish.

Wilcox, L. (1995). Sufism and Psychology. Abul Qasim Publishing House. (Mengenai dimensi psikologis dalam perjalanan ruhani).

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    Kiblat Geografis, Batin yang Egois: Mengapa Umat Sulit Bersatu?

    (Refleksi Pemikiran Prof. KH. Imam Suprayogo _Tokoh Pendidikan Nasional) oleh: Prof. Iskandar _Founder Ruhiologi _CEO “SIR” Samudra Inspirasi Ruhiologi Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian terfragmentasi, sebuah pertanyaan mendasar muncul…

    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    Sholat yang “Pulang” ke Rumah-Nya: Membedah Ruhiologi dalam Sujud Kita (Refleksi Pemikiran Prof. KH. Imam Suprayogo) Tokoh Pendidikan Nasional. Pernahkah kita bertanya, mengapa bangsa dengan jumlah mushalla dan masjid terbanyak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    Isra Mi’raj dan Teknologi Shalat sebagai “Miraj” Mukmin

    • By Admin
    • Januari 17, 2026
    • 37 views
    Isra Mi’raj dan Teknologi Shalat sebagai “Miraj” Mukmin

    Kiblat Geografis, Batin yang Egois: Mengapa Umat Sulit Bersatu?

    • By Admin
    • Januari 16, 2026
    • 7 views
    Kiblat Geografis, Batin yang Egois: Mengapa Umat Sulit Bersatu?

    Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

    • By Admin
    • Januari 16, 2026
    • 4 views
    Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 64 views
    Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 10 views
    “Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

    Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

    • By Admin
    • Januari 15, 2026
    • 26 views
    Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”