Indonesia Darurat Judi Online: Jambi Jadi Cermin Krisis Ruhani Generasi Digital

“Ketika teknologi menjanjikan kebebasan, justru banyak jiwa terpenjara oleh algoritma.
Jambi kini menjadi cermin Indonesia — generasi muda kehilangan arah, dan judi online menjelma candu spiritual baru.”

Oleh:Prof. Iskandar Nazari
Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Founder Ruhiologi

Krisis Baru: Jambi dan Gelombang Judi Online

Indonesia kini menghadapi darurat nasional baru: judi online (judol) bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, tetapi epidemi sosial yang menggerogoti struktur moral bangsa. Ironisnya, Provinsi Jambi justru menjadi cermin paling nyata dari krisis ini.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengaku kaget setelah mengetahui bahwa daerahnya menjadi salah satu pengguna judi online tertinggi di Indonesia. Ia menegaskan,

“Ternyata Jambi ini paling tinggi kasus judi online itu … saya tentu kaget, saya pastikan langsung ke pak Kapolri memang betul.” (DetikSumbagsel, 2025, April 9)

Menurut laporan Antara News (2025, April 8), Pemprov Jambi bahkan sedang menyusun pola pencegahan bagi ASN karena, “Provinsi kita salah satu provinsi yang masuk peringkat tertinggi dalam pemain judi online (judol).”

Polda Jambi telah mengajukan pemblokiran lebih dari 2.180 situs judi online sepanjang tahun 2025 (Antara News, 2025). Namun seperti gunung es, kasus yang tampak hanya sebagian kecil dari persoalan yang sesungguhnya: fenomena ini telah menjalar ke remaja, mahasiswa, hingga aparatur negara.
Aktivis muda Hafiz Fattah bahkan mengingatkan, “Jambi punya tingkat kerawanan yang tinggi terhadap judi online, ini bisa merusak generasi muda kalau tidak cepat ditangani.” (LamanJambi.com, 2025, April 10)

Generasi Digital yang Terjerat

Masalah terbesar kini bukan sekadar uang yang hilang, tetapi jiwa yang terjerat.
Banyak pelajar dan mahasiswa di Jambi mulai terbiasa dengan “game taruhan”, live streaming berhadiah chip, hingga taruhan skor sepak bola.
Media lokal melaporkan mahasiswa yang menggunakan uang beasiswa untuk top-up permainan daring (Jambi Ekspres, 2025). Guru dan dosen di beberapa kampus Jambi juga melaporkan peningkatan absensi, stres, dan kehilangan fokus akademik (Tribun Jambi, 2025).

Fenomena ini berkelindan dengan laporan global. WHO (2024) menemukan bahwa “satu dari tiga remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan sosial dan paparan digital.” Sementara UNICEF (2025) menegaskan bahwa paparan konten toksik memperburuk stres, kecemasan, dan perilaku kompulsif generasi muda.
Dalam konteks ini, judi online menjadi “pelarian digital” bagi jiwa-jiwa yang kehilangan arah  mencari sensasi cepat untuk menutup kehampaan makna hidup.

Perspektif Ruhiologi: Jiwa yang Kering di Tengah Dunia Digital

Menurut Ruhiologi, inti kecerdasan manusia terletak pada Ruhani (RQ)  kesadaran ilahiah yang memberi makna pada akal (IQ) dan emosi (EQ). Judi online, dari sudut pandang ini, bukan sekadar gangguan perilaku, tetapi penyakit ruhani modern:

  1. Kehilangan “why” hidup: Ketika belajar dan bekerja tanpa orientasi ilahiah, manusia mudah mencari kepuasan instan.
  2. Rusaknya niat (niyyah): Tujuan hidup bergeser dari pengabdian menjadi gengsi dan kenikmatan cepat.
  3. Melemahnya mujahadah (kontrol diri): Akal tunduk pada algoritma, bukan nilai.

Al-Qur’an telah mengingatkan dengan tegas:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk berhala), dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Ma’idah [5]: 90)

Larangan ini bukan sekadar hukum, tetapi proteksi ruhani agar manusia tidak diperbudak oleh mekanisme digital yang memanipulasi dopamine dan mengaburkan makna hidup.

Jalan Keluar: Restorasi Ruhani dan Gerakan Anti-Judol

Krisis ini menuntut pendekatan multidimensional: hukum, psikologis, ekonomi, dan spiritual.

  1. Gerakan Sekolah & Kampus Anti-Judol. OSIS, BEM, dan organisasi keagamaan perlu menginisiasi kampanye “Digital Sehat, Jiwa Kuat”.
  2. Integrasi Pendidikan Ruhani (RQ). Sekolah dan kampus harus menanamkan literasi ruhani untuk mengenal dan meningkatkan kesadaran diri dan kesadaran ilahiyah dengan menghadirkan God Spot dan God Light setiap individul untuk tafakkur, dzikir, niyyah, dan tanggung jawab sosial digital yang berkesadaran ketuhanan.
  3. Pendampingan Keluarga & Rehabilitasi. dalam pemulihan sosial-ekonomi korban judol melalui program pemberdayaan.
  4. Penegakan Siber & Literasi Keuangan. Kolaborasi antara Polda, PPATK, dan Kominfo penting untuk menutup aliran dana serta membangun edukasi finansial bagi remaja.

Saat Teknologi Dikuasai Ruhani

Judi online adalah cermin zaman  ketika teknologi tanpa ruh berubah menjadi tirani.
Jambi menjadi peringatan bagi Indonesia: tanpa restorasi ruhani, kita sedang mencetak generasi yang cerdas digital tetapi hampa spiritual.

“Jika teknologi menguasai akal tanpa ruh, ia menjadi tirani; jika ruh memimpin teknologi, ia menjadi cahaya.” Prof. Iskandar Nazari

Referensi

  • Antara News. (2025a, April 8). Gubernur Jambi: Pola pencegahan ASN main judi online sedang disusun. Jambi: Antara News. https://jambi.antaranews.com/berita/610405
  • Antara News. (2025b, August 6). Polda Jambi minta Kominfo blokir 2.180 situs judi online. Jambi: Antara News.
  • (2025, April 9). Pengguna judol tertinggi di Jambi, Al Haris: Mesti diatasi segera! https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7859378
  • (2025, April 10). Jambi pengguna judi online tertinggi, polisi patroli siber.
  • (2025) Ruhiologi Paradigma baru Pendidikan Abad 21. Muaro Jambi: Samudra Inspirasi Ruhiologi
  • com. (2025, April 10). Jambi Nomor 1 Judol di Indonesia, Hafiz Fattah Prihatin.
  • com. (2025, June 2). Kecanduan judi online, karyawati Bank Jambi kuras uang nasabah Rp 7,1 miliar.
  • Tribun Jambi. (2025, September 12). Mahasiswa Jambi terjerat judi online, kampus bentuk tim bimbingan konseling digital.
  • (2024). Global Youth Mental Health Survey Report. Geneva: World Health Organization.
  • (2025). Understanding Gen Z: Youth mental health and wellbeing report. New York: UNICEF.
  • Al-Qur’an. Surah Al-Ma’idah [5]: 90.

Admin

Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

Related Posts

Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

Sholat yang “Pulang” ke Rumah-Nya: Membedah Ruhiologi dalam Sujud Kita (Refleksi Pemikiran Prof. KH. Imam Suprayogo) Tokoh Pendidikan Nasional. Pernahkah kita bertanya, mengapa bangsa dengan jumlah mushalla dan masjid terbanyak…

“Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

Prof. KH. Imam Suprayogo  (Tokoh Pendidikan Nasional) Tahukah Anda perang apa yang paling dahsyat di muka bumi ini? Bukan agresi Rusia ke Ukraina, bukan pula konflik berkepanjangan di Palestina. Perang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

  • By Admin
  • Januari 16, 2026
  • 0 views
Digital Mikraj: Saat Sinyal Wi-Fi Lebih Dicari daripada Sinyal Arasy”

Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 53 views
Esensi Sholat sebagai Pilar Transformasi Karakter

“Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 5 views
“Kafir dan Mukmin: Berhentilah Menunjuk Orang Lain, Lihatlah ke Dalam Diri”

Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 22 views
Tragedi SMK di Jambi: Ketika Teknologi “Melangit” tapi Adab “Melesat” ke Bumi”

Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

  • By Admin
  • Januari 15, 2026
  • 54 views
Skandal “Ceceran Darah” di Jambi: Saat Guru Menghunus Celurit dan Murid Menjadi Serigala, Masihkah Ada “Ruh” di Sekolah Kita?

RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21

  • By Admin
  • Januari 13, 2026
  • 10 views
RUHIOLOGI “Telaah Epistemologis, Qur’ani, dan Tantangan Pendidikan Holistik Abad ke-21