JAMBI – Sebuah langkah berani dan visioner diambil Pemerintah Provinsi Jambi di bidang pendidikan. Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos.,M.H., secara resmi memberikan dukungan penuh pada Teori Ruhiologi yang digagas oleh putra daerah, Prof. Iskandar, S,Ag.M.Pd.,M.S.I.,M.H.,Ph.D melalui karyanya Buku Ruhiologi: Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21.
Gubernur Jambi menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas mencerdaskan akal, tetapi harus menyentuh ranah jiwa dan kesadaran. “Teori Ruhiologi adalah jawaban atas tantangan pendidikan saat ini. Ini bukan sekadar teori, melainkan solusi nyata yang akan membawa perubahan fundamental,” ujar Gubernur dalam kata Pengantarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Gubernur merekomendasikan Pondok Pesantren PKP Al Hidayah Provinsi Jambi sebagai lokasi uji coba pertama (piloting program) internalisasi Ruhiologi. Pemilihan ponpes ini dinilai strategis karena merupakan sekolah terpadu berasrama yang ideal untuk mengimplementasikan pendidikan holistik secara menyeluruh.
Dukungan serupa juga datang dari Wakil Gubernur Jambi yang merasa bangga melihat Prof. Iskandar, mantan mahasiswa bimbingannya, telah menjadi profesor dan menemukan teori baru. “Saya bangga putra Jambi bisa memberikan kontribusi sebesar ini untuk dunia pendidikan. Teori Ruhiologi adalah terobosan yang sangat relevan,” kata Wakil Gubernur.
Prof. Iskandar menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi. “Dukungan ini adalah kunci untuk mewujudkan peradaban pendidikan yang berkesadaran. Ini adalah aksi nyata yang dimulai dari Jambi,” ungkapnya.
Buku Ruhiologi ini semakin diperkuat dengan adanya Pengantar Refleksi dari 13 Rektor PTN-PTS terkemuka dan testimoni dari 50 profesor serta praktisi pendidikan. Pengakuan dari para pakar ini menjadi bukti bahwa Ruhiologi adalah gagasan yang matang dan didukung secara akademis. Buku Ruhiologi merupakan karya pertama munemental dan revolusioner dan diyakini memiliki Buku Ruhiologi mampu menginspirasi pembaca untuk berbuat lebih baik, berpikir lebih kreatif, atau memiliki pandangan hidup yang lebih positif, sehingga dapat diajukan meraih Rekor Museum Republik Indonesia (MURI).
Dengan dimulainya program percontohan ini, Jambi tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelopor perubahan. Langkah ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kesadaran diri. Dari Jambi, sebuah narasi baru tentang pendidikan sedang dibangun, yang berpotensi menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.







