JAMBI – Sebuah paradigma baru dalam dunia filantropi Islam nasional kini tengah digulirkan dari Jambi. Bukan sekadar penggalangan dana, melainkan sebuah gerakan spiritual yang berakar pada kearifan lokal. Jumat, 23 Agustus 2025, NU Care–LAZISNU PWNU Provinsi Jambi secara resmi meluncurkan Gerakan DUSUN Jambi, sebuah inisiatif yang digagas oleh Prof. Iskandar, Direktur NU Care Jambi sekaligus Founder Teori Ruhiologi.
Gerakan ini hadir dengan visi yang menyentuh akal dan hati: “DUSUN” bukan hanya singkatan dari Donasi untuk Sejahterakan Umat Negeri Jambi, tetapi sebuah panggilan untuk kembali ke akar, ke kearifan lokal yang menjadi kekuatan sejati masyarakat.
Makna Spiritual Berbagi ala Ruhiologi
Prof. Iskandar menjelaskan bahwa Gerakan DUSUN Jambi adalah manifestasi nyata dari filosofi Ruhiologi yang ia gagas. Jika selama ini sedekah dan infak dipandang sebatas transfer materi, Ruhiologi melihatnya sebagai sebuah laku spiritual yang didasarkan pada panggilan Iqra’ bismirabbik (bacalah dengan nama Tuhanmu).
“Panggilan Iqra’ bukan hanya tentang membaca teks, tetapi tentang membaca realitas kehidupan dengan kesadaran penuh akan Tuhan,” terang Prof. Iskandar. “Ini adalah awal dari sebuah gerakan spiritual yang mengajak kita untuk peduli pada umat.”
Prof. Iskandar menjelaskan, pendekatan transintegrasi konsentrasi dan kontemplasi memungkinkan seseorang untuk menyatukan pikiran dan hati dalam setiap perbuatan. Ketika berdonasi, hati akan bergerak, getaran spiritual akan muncul, yang kemudian mengaktifkan godspot—area di otak yang berhubungan dengan pengalaman ketuhanan.
“Ini adalah upaya nyata untuk membersihkan hati dan menyelaraskan getaran frekuensi kita dengan godlight, cahaya ilahi yang menerangi jiwa,” tegasnya. Dengan kata lain, sedekah bukan tentang memberi, melainkan tentang menjemput cahaya Tuhan.
Pandangan ini selaras dengan ajaran para ulama terdahulu. Imam Al-Ghazali, misalnya, mengajarkan bahwa keikhlasan dalam memberi adalah jalan untuk membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs) dari penyakit cinta dunia. Ketika seseorang melepaskan sebagian hartanya, ia sedang memotong belenggu materi, membuka ruang bagi keberkahan. Hal ini juga ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir…” (QS. Al-Baqarah: 261)
“Barangsiapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Wujud Nyata Kepedulian Umat
Ide besar ini diterjemahkan NU Care Jambi dalam sembilan program aksi yang konkret. Dibawah prinsip MANTAP (Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, Profesional), lembaga ini bertekad menyalurkan dana umat secara efektif dan tepat sasaran.
Program-program tersebut mencakup:
Pendidikan: 99 Beasiswa Santri dan 99 Santri Digital Entrepreneur.
Ekonomi: 80 Gerobak Pemberdayaan dan 80 Entrepreneur Muda.
Kesejahteraan: Bedah Rumah Guru Ngaji dan Bedah Asrama Santri.
Keagamaan: Umrah Gratis Guru Ngaji.
Lingkungan: Pesantren Hijau dan Bebas Sampah.
Seluruh program ini terintegrasi dalam Gerakan DUSUN Jambi, yang mengajak masyarakat untuk berdonasi dan berzakat.
Melalui gerakan ini, Jambi tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelopor perubahan. Dengan menggabungkan filosofi spiritual yang mendalam dan manajemen filantropi yang profesional, Jambi membuktikan bahwa dari setiap dusun, peradaban yang peduli dan berkesadaran dapat terwujud.





