Prof. Iskandar _Founder Ruhiologi
Persiapan Pilot Project PAUD Bermutu Berkarakter Berbasis Ruhiologi di Kabupaten Muaro Jambi
Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Muaro Jambi memasuki fase strategis dan visioner. Melalui Workshop Mendidik dengan Keteladanan dan Cinta: Menjaga Fitrah Anak Sejak Dini, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama praktisi Ruhiologi mempersiapkan Pilot Project PAUD Bermutu Berkarakter Berbasis Ruhiologi sebagai model pengembangan pendidikan anak yang holistik, humanis, dan berakar pada nilai-nilai ruhani.

Seminar ini bertempat di PAUD Bunda Permata Kec. Jaluko dengan menghadirkan Prof. Iskandar, Founder Ruhiologi, sebagai narasumber utama, dan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan paradigma bagi guru PAUD dalam mendidik anak secara utuh tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga sehat secara emosional dan matang secara spiritual.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi, Ibu Sari Sinta Kumala, M.Pd, serta ditandai dengan penyerahan buku “Ruhiologi” langsung dari Foundernya sebagai rujukan konseptual dan praktis bagi implementasi program di satuan PAUD. Seminar diikuti oleh para pendidik PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI Kabupaten Muaro Jambi.
Program ini dirancang sebagai pilot project yang akan menjadi rujukan pengembangan PAUD bermutu, tidak hanya di Kabupaten Muaro Jambi, tetapi juga berpotensi direplikasi di tingkat Provinsi Jambi hingga nasional.
Membangun Karakter dari Akar
Pendekatan Ruhiologi dalam pendidikan anak usia dini menempatkan fitrah anak sebagai pusat pengembangan. Anak dipandang bukan sekadar objek pembelajaran akademik, melainkan subjek ruhani yang membawa potensi moral, emosional, dan spiritual sejak lahir.
Rasulullah SAWbersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam kerangka ini, pendidikan PAUD tidak dimaknai sebagai upaya mempercepat kedewasaan anak, tetapi sebagai proses menjaga kemurnian jiwa sambil menumbuhkan karakter secara alami dan bertahap, sesuai tahap perkembangan mereka.
Guru sebagai Pendamping Ruhani
Dalam pemaparannya, Prof. Iskandar menegaskan bahwa guru PAUD memegang peran strategis sebagai pendamping ruhani anak, bukan sekadar pelaksana kurikulum. Anak belajar terutama dari apa yang mereka lihat dan rasakan dari ketenangan, keteladanan, dan cinta yang hadir dalam diri guru.
“Penyerahan buku Ruhiologi ini adalah bentuk komitmen nyata untuk membekali guru dengan landasan konseptual dan praktis, agar program PAUD Bermutu tidak berhenti pada administrasi, tetapi benar-benar menyentuh jiwa anak,” ungkapnya.
Pendekatan ini sejalan dengan firman Allah SWT: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Keteladanan menjadi metode utama, sementara cinta menjadi atmosfer pembelajaran.
Menjawab Tantangan Nyata Pendidikan Anak Usia Dini
Program PAUD Bermutu Berbasis Ruhiologi hadir sebagai respons atas problem nyata pendidikan anak usia dini saat ini, di mana anak kerap diperlakukan sebagai “miniatur orang dewasa”: dituntut patuh, cepat bisa, dan selalu tenang, tanpa mempertimbangkan perkembangan jiwa mereka.
Padahal, tangisan, amarah, atau perilaku sulit diatur bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan bahasa jiwa anak yang belum mampu diekspresikan secara verbal. Tanpa pendekatan yang tepat, pendidikan berisiko melukai fitrah anak secara tidak disadari.
Melalui Ruhiologi, disiplin dibangun lewat keteladanan, nilai agama ditanamkan melalui suasana, dan akhlak ditumbuhkan melalui cinta bukan paksaan.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu melainkan ia menghiasinya.” (HR. Muslim)
Dukungan Pemerintah Daerah dan Arah Penguatan Program
Inisiatif Pilot Project PAUD Bermutu Berbasis Ruhiologi ini telah dikomunikasikan secara langsung dengan Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, SE, ME, dan memperoleh dukungan penuh sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Bupati Muaro Jambi menilai pendekatan Ruhiologi sebagai inovasi pendidikan yang memiliki nilai distingtif, karena menempatkan pembentukan karakter, ketahanan jiwa, dan penjagaan fitrah anak sebagai fondasi utama pendidikan. Bupati secara khusus meminta Founder Ruhiologi untuk mengomunikasikan teknis pelaksanaan program dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi agar dapat diintegrasikan secara sistematis dan berkelanjutan.
Dukungan ini memperkuat posisi program sebagai kebijakan pendidikan yang memiliki legitimasi struktural, bukan sekadar kegiatan insidental.
Menuju Rekor MURI dan Model Nasional PAUD Berjiwa
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi juga mendorong agar program ini dipersiapkan untuk peluncuran resmi oleh Bupati Muaro Jambi dan Bunda PAUD Kabupaten Muaro Jambi, di bawah koordinasi Dinas Pendidikan melalui Kabid PAUD dan PNF.
Selain itu, Pilot Project PAUD Bermutu Berbasis Ruhiologi juga diarahkan untuk meraih Rekor MURI, sebagai bentuk pengakuan atas keunikan dan kekhasan model pengelolaan PAUD berbasis karakter ruhani yang dikembangkan daerah.
Lebih dari sekadar pencapaian simbolik, program ini diharapkan melahirkan model nasional pendidikan anak usia dini yang berjiwa, yang memadukan kebijakan publik, praktik pendidikan, dan nilai spiritual secara utuh.
Melalui pendekatan Mendidik dengan Keteladanan dan Cinta, Kabupaten Muaro Jambi menegaskan langkah visionernya dalam menghadirkan PAUD bermutu yang berkelanjutan menjaga fitrah anak, menumbuhkan akhlak, dan memuliakan kemanusiaan sejak usia dini.
Transformasi pendidikan yang berjiwa tidak lagi sekadar wacana. Dari Muaro Jambi, sebuah gerakan nyata sedang disemai untuk masa depan generasi bangsa





