Stetoskop di Atas Sajadah: Ikhtiar PTKIN Melahirkan Dokter “Penyentuh Ruhani” “Ujian Historis Fakultas Kedokteran UIN SUTHA Jambi”

Oleh: Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D (Guru Besar Psikologi Pendidikan _Founder Ruhiologi _CEO ‘SIR’ Samudra Inspirasi ruhiologi)

Bayangkan seorang dokter yang sebelum menyentuh tubuh pasiennya, terlebih dahulu “menyentuh” Langit. Ia tidak hanya membaca hasil laboratorium atau citra radiologi, tetapi juga mampu menangkap kegelisahan ruhani yang bersembunyi di balik keluhan somatik. Tangannya terampil, pikirannya tajam, namun hatinya tunduk dalam ketawadhuan.

Inilah mimpi besar yang sedang disemai di Fakultas Kedokteran UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kebanggaan masyarakat provinsi Jambi yang merupakan Fakultas Kedokteran pertama di lingkungan PTKIN se-Sumatra. Institusi ini berdiri di persimpangan sejarah: menjadi pelopor kedokteran berkesadaran Ketuhanan, atau sekadar menjadi duplikasi mekanistik dari pendidikan kedokteran konvensional?

Krisis Makna dalam Medis Modern
Dunia medis kontemporer telah mencapai puncak teknologinya, namun seringkali mengalami “kekeringan” makna. Manusia kerap direduksi menjadi sekadar jasad biologis sebuah mesin kompleks yang jika rusak cukup diperbaiki secara kimiawi. Dalam perspektif Ruhiologi, kehidupan yang hanya bertumpu pada dimensi fisik tanpa aktivasi Ruh Rabbani adalah kehidupan yang pincang (Iskandar, 2023).

Fakultas Kedokteran UIN Jambi hadir bukan untuk mencetak “teknisi medis”. Ia lahir untuk membentuk Dokter Intelektual Berkesadaran Ketuhanan. Mereka adalah para wasilah yang menyadari bahwa kesembuhan adalah hak prerogatif Allah, sementara tugas mereka adalah bekerja dengan integrasi ilmu, adab, dan spiritualitas yang utuh (Nasr, 1993).

Paradigma Transintegrasi: Ketika Sains Bertasbih
Melalui paradigma Transintegrasi Ilmu (Su’adi: 2021; Tati Wulandari; 2023), yang menjadi distingtif awal pendirian dengan girah mahasiswa diajak membedah anatomi bukan sekadar menghafal struktur, melainkan membaca ayat-ayat Kauniyah yang hidup. Setiap denyut nadi dipahami sebagai “tasbih seluler” yang tunduk pada hukum Sang Khalik.

Pilar utama diharapkan untuk mengerakan ini adalah Ruhul Mudarris pendidik yang menghadirkan ruh dalam setiap pengajarannya. Mereka adalah figur yang:
1. Menguasai teknologi medis mutakhir (Scientific Excellence).
2. Memiliki kedalaman spiritual yang hidup (Spiritual Maturity).
3. Mampu mentransintegrasikan sains dan tauhid secara natural tanpa paksaan (Al-Attas, 1993).

Dokter Saintis-Ruhiolog: Sebuah tawaran Grand Design Sebagai penguatan strategis, UIN Jambi menawarkan The Prophetic–Ruhiology Medical System.

Paradigma ini memperluas pendekatan konvensional Bio-Psiko-Sosial menjadi Bio-Psiko-Sosial-Ruhiyah (Koenig, 2013).

Lulusan di-rebranding menjadi Dokter Saintis–Ruhiolog.
Kurikulum dirancang secara embedded. Saat mempelajari sistem saraf, mahasiswa tidak hanya berkutat pada neurotransmiter, tetapi juga mendalami bagaimana ketenangan spiritual berkontribusi pada stabilitas sistem imun (Psikoneuroimunologi). Tujuannya adalah melahirkan Insan Kamil yang mampu melakukan bedah fisik dengan presisi, sekaligus “bedah jiwa” dengan kelembutan (D.I. Ansusa: 2025).

Ujian Sejarah: 5 Tahun kedepan sebagai Pembuktian, realitas akan menjadi hakim yang jujur. Lulusan pertama akan menjawab tantangan masyarakat: Apakah dokter lulusan PTKIN benar-benar berbeda? Apakah mereka lebih empatik dan menghadirkan ketenangan?

Jika lulusannya tetap terjebak dalam pola mekanistik yang kering, maka itu bukan sekadar kegagalan kurikulum, melainkan “tamparan moral” terhadap amanah transintegrasi ilmu. Stetoskop mereka harus menjadi saksi bahwa kedokteran adalah jalan pengabdian, di mana membedah tubuh adalah cara mengagumi keagungan Pencipta, dan menyembuhkan sesama adalah cara paling sunyi untuk mencintai-Nya.

Referensi:
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC). https://traditionalhikma.com/wp-content/uploads/2020/09/Al-Attas-Islam-and-Secularism.pdf

D.I Ansusa (2025). Dokter Insan Kamil: Profil Praktisi Kedokteran Tranintegratif. Jambi: Sutha Press

Iskandar (2015). Ruhiologi Paradigma Baru Pendidikan Holistik Abad 21. Jambi: Samudra Inspirasi Ruhiologi.

Koenig, H. G. (2013). Spirituality in patient care: Why, how, when, and what. West Virginia University Press. https://archive.org/details/spiritualityinpa0000unse

Nasr, S. H. (1993). The Need for a Sacred Science. State University of New York Press. https://www.ajis.org/index.php/ajiss/article/view/2377

Sua’idi Asyari, (2021). Paradigma Transintegrasi Ilmu UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi” (UIN Sutha Jambi).

Tati Wulandari (2023). Transintegration of Science: Bridging Knowledge Boundaries in Realizing Knowledge Harmony . Journal of Applied Transintegration Paradigm

Puchalski, C. (2001) The Role of Spirituality in Health Care. Baylor University Medical Center Proceedings, 14, 352-357. https://www.scirp.org/reference/referencespapers?referenceid=3231246

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    Mabuk Intelektual: Menggugat Pendidikan yang Kaya Kata namun Miskin Kesadaran

    Refleksi: Prof. KH. Imam Suprayogo (Tokoh Pendidikan Nasional) Oleh: Prof. Iskandar Nazari ( Guru Besar Psikologi Pendidikan _ Founder Ruhiologi) Pendekatan Ruhiologi dalam Membedah Krisis Epistemologi Pendidikan Modern Dalam sebuah…

    Menuju Singularity: Mengintegrasikan “Ruhiware” sebagai Arsitektur Kecerdasan Masa Depan

    Oleh: Prof. Iskandar Nazari Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN STS Jambi & Founder Ruhiologi Dunia saat ini sedang berada pada titik krusial yang disebut oleh para futuris sebagai Singularity sebuah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    Kolaborasi LAZISNU-Indomaret dan Spirit Ruhiologi dalam Pemberdayaan UMKM Menjadi Barometer Nasional

    • By Admin
    • Februari 9, 2026
    • 13 views
    Kolaborasi LAZISNU-Indomaret dan Spirit Ruhiologi dalam Pemberdayaan UMKM Menjadi Barometer Nasional

    “Smart-Robot Syndrome” Kematian Rasa” Abad 21

    • By Admin
    • Februari 8, 2026
    • 7 views
    “Smart-Robot Syndrome” Kematian Rasa” Abad 21

    Menjemput “God Light” di Jalur Tol Langit Sepertiga Malam

    • By Admin
    • Februari 7, 2026
    • 12 views
    Menjemput “God Light” di Jalur Tol Langit Sepertiga Malam

    AI dan “Preman Ruhani”: Menguasai Teknologi dengan Cahaya Ilahi

    • By Admin
    • Februari 6, 2026
    • 20 views
    AI dan “Preman Ruhani”: Menguasai Teknologi dengan Cahaya Ilahi

    Menghidupkan “God Spot” dan “God Light”: Revolusi Ruhani di Tengah Krisis Pendidikan Abad 21

    • By Admin
    • Februari 6, 2026
    • 14 views
    Menghidupkan “God Spot” dan “God Light”: Revolusi Ruhani di Tengah Krisis Pendidikan Abad 21

    Membongkar Genosida Ruhani di Ruang Kelas: Menggugat Pendidikan “Anestesi” yang Mematikan God Spot & God Light Anak Bangsa

    • By Admin
    • Februari 5, 2026
    • 57 views
    Membongkar Genosida Ruhani di Ruang Kelas: Menggugat Pendidikan “Anestesi” yang Mematikan God Spot & God Light Anak Bangsa