AI dan “Preman Ruhani”: Menguasai Teknologi dengan Cahaya Ilahi

Oleh: Prof. Iskandar Nazari

(Guru Besar Psikologi Pendidikan UIN Sutha Jambi _Founde Ruhiologi

Dunia hari ini sedang gegap gempita dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI). Tawaran dari teknologi AI sangat memikat: kerja lebih cepat, penghasilan bertambah, dan efisiensi tanpa batas. Namun, sebagai insan yang mendalami Ruhiologi, kita harus bertanya: di mana posisi “Kesadaran Ruhani” di tengah kepungan algoritma ini?

AI mungkin bisa membantu kita membuat laporan, menyusun presentasi, hingga merancang strategi bisnis dalam hitungan detik. Tetapi, AI hanyalah alat yang bersifat dzahir. Ia tidak memiliki hati, tidak mengenal khusyuk, dan tidak punya akses ke GodSpot (titik Tuhan) dalam jiwa manusia. Di sinilah pentingnya apa yang saya sebut sebagai “Preman Ruhani”.

Apa itu Preman Ruhani dalam Perspektif Ruhiologi?

“Preman” dalam konteks ini bukanlah perilaku negatif, melainkan sebuah kedaulatan batin yang kuat. Seorang “Preman Ruhani” adalah pribadi yang memiliki kendali penuh atas dirinya dan alat-alat di sekitarnya karena ia terkoneksi dengan GodLight (Cahaya Tuhan).

Jika seseorang hanya menguasai AI secara teknis tanpa kekuatan ruhani, ia akan menjadi “budak” teknologi. Ia mungkin produktif secara materi, namun hatinya gersang, tamak, dan kehilangan orientasi pengabdian. Sebaliknya, perspektif Ruhiologi menekankan bahwa:

  1. AI adalah Pelayan, Hati Nurani adalah Tuan: Teknologi diciptakan untuk memudahkan urusan duniawi, tetapi navigasi utamanya harus tetap bersumber dari hati yang sehat (Qolbun Salim).

  2. Efisiensi vs Keberkahan: AI menjanjikan kecepatan, tetapi Ruhiologi mencari keberkahan. Kecepatan tanpa bimbingan ruhani hanya akan mempercepat kerusakan moral jika digunakan untuk menipu atau memuaskan nafsu egoistis.

  3. Kreativitas vs Wahyu: AI bisa mengolah data jutaan buku, tetapi ia tidak bisa merasakan getaran dzikrullah atau kedalaman shalat khusyuk. Inspirasi sejati (ilham) datang dari Allah melalui saluran ruhani, bukan sekadar prompt perintah komputer.

Menjawab Tantangan Zaman

AI Mastery Kit menyebutkan bahwa “Manusia yang menggunakan AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakan AI.” Dalam Ruhiologi, kita tambahkan satu kalimat: “Manusia yang menggunakan AI dan dipandu oleh kecerdasan Ruhani akan memimpin peradaban.”

Persoalan bangsa hari ini bukan hanya kurangnya skill digital, melainkan krisis ruhani. Penataran dan kursus AI setinggi apa pun tidak akan menyentuh akar masalah jika “GodSpot” manusia tertutup oleh ketamakan.

Oleh karena itu, gunakanlah teknologi sehebat AI untuk urusan dzahiriyah, namun tetaplah “liar” dan berdaulat secara spiritual. Jadilah “Preman Ruhani” yang tidak bisa didekte oleh algoritma, karena kompas kehidupan Anda sudah terpaku pada dua pusaka abadi: Kitabullah dan Sunnah.

Jangan takut pada AI. Kuasai ilmunya, ambil manfaat efisiensinya, namun pastikan hati Anda tetap berada di masjid, tetap dalam sujud yang khusyuk. Dengan begitu, AI bukan hanya menjadi mesin penghasil uang, melainkan sarana dakwah dan pengabdian yang diterangi oleh Cahaya-Nya.

Salam Samudra Inspirasi Ruhiologi ‘SIR’

#Ruhiologi #PremanRuhani #AIMastery #PendidikanHolistik #GodSpot #ProfIskandarNazari

  • Admin

    Prof. Iskandar Nazari, penemu dan pengembang teori Ruhiology Quotient (RQ), serta pendiri PT.Samudra Inspirasi Ruhiologi. Situs ini menjadi pusat informasi, riset, dan inspirasi seputar Ruhiology, sebuah pendekatan holistik yang memadukan dimensi ruh, intelektual, dan emosional untuk pengembangan diri dan organisasi. Melalui publikasi ilmiah, program pelatihan, dan berbagai sumber daya edukatif, website ini mengajak Anda menjelajahi kedalaman potensi manusia menuju kehidupan yang bermakna dan berdaya.

    Related Posts

    Kolaborasi LAZISNU-Indomaret dan Spirit Ruhiologi dalam Pemberdayaan UMKM Menjadi Barometer Nasional

    BUNGO – Kabupaten Bungo Provinsi Jambi resmi mencatatkan sejarah sebagai titik awal transformasi pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. Dalam acara peluncuran Program Keluarga Unggul hasil kolaborasi NU Care-LAZISNU dan Indomaret…

    “Smart-Robot Syndrome” Kematian Rasa” Abad 21

    Prof. Iskandar Nazari  (Guru Besar Psikologi Pendidikan _ Founder Ruhiologi) Paradoks Manusia Modern: Pintar Secara Digital, Mati Secara Ruhani Abad 21 telah melahirkan generasi paling cerdas dalam sejarah peradaban manusia.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mari Bersama Menyelami Makna Ruhiologi

    Kolaborasi LAZISNU-Indomaret dan Spirit Ruhiologi dalam Pemberdayaan UMKM Menjadi Barometer Nasional

    • By Admin
    • Februari 9, 2026
    • 10 views
    Kolaborasi LAZISNU-Indomaret dan Spirit Ruhiologi dalam Pemberdayaan UMKM Menjadi Barometer Nasional

    “Smart-Robot Syndrome” Kematian Rasa” Abad 21

    • By Admin
    • Februari 8, 2026
    • 7 views
    “Smart-Robot Syndrome” Kematian Rasa” Abad 21

    Menjemput “God Light” di Jalur Tol Langit Sepertiga Malam

    • By Admin
    • Februari 7, 2026
    • 12 views
    Menjemput “God Light” di Jalur Tol Langit Sepertiga Malam

    AI dan “Preman Ruhani”: Menguasai Teknologi dengan Cahaya Ilahi

    • By Admin
    • Februari 6, 2026
    • 20 views
    AI dan “Preman Ruhani”: Menguasai Teknologi dengan Cahaya Ilahi

    Menghidupkan “God Spot” dan “God Light”: Revolusi Ruhani di Tengah Krisis Pendidikan Abad 21

    • By Admin
    • Februari 6, 2026
    • 14 views
    Menghidupkan “God Spot” dan “God Light”: Revolusi Ruhani di Tengah Krisis Pendidikan Abad 21

    Membongkar Genosida Ruhani di Ruang Kelas: Menggugat Pendidikan “Anestesi” yang Mematikan God Spot & God Light Anak Bangsa

    • By Admin
    • Februari 5, 2026
    • 57 views
    Membongkar Genosida Ruhani di Ruang Kelas: Menggugat Pendidikan “Anestesi” yang Mematikan God Spot & God Light Anak Bangsa