BUNGO – Kabupaten Bungo Provinsi Jambi resmi mencatatkan sejarah sebagai titik awal transformasi pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. Dalam acara peluncuran Program Keluarga Unggul hasil kolaborasi NU Care-LAZISNU dan Indomaret pada Senin (9/2/2026), gagasan besar bernama Ruhiologi resmi diperkenalkan sebagai ruh baru bagi para pelaku usaha kecil.
Simbolisasi Intelektual dan Branding Nasional

Momen inspiratif terjadi sesaat setelah Prof. Iskandar Nazari, Direktur NU Care-LAZISNU PWNU Jambi, memberikan sambutannya. Sebagai akademisi sekaligus praktisi, beliau menyerahkan buku karya terbarunya yang kini tengah menjadi branding nasional kepada Bupati Bungo, Wakil Bupati Bungo, dan Sekretaris LAZISNU PBNU.
Penyerahan buku ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bahwa pemberdayaan di Bungo memiliki landasan filosofis yang kuat. Ruhiologi hadir menawarkan solusi: bahwa ekonomi akan tumbuh subur jika dibangun di atas batin yang tenang dan hati yang bahagia.
Bungo: Model Percontohan Nasional
Sekjen LAZISNU PBNU Gus Musyafa di dampingi Direktur NU Care LAISNU PBNU Riri Khariroh dalam sambutannya menegaskan posisi strategis daerah ini. Beliau menyatakan bahwa Kabupaten Bungo dipilih menjadi model nasional bagi pemberdayaan UMKM umat. Keberhasilan program di Bungo akan menjadi cetak biru (blueprint) yang akan diduplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia. Sinergi antara lembaga filantropi dan korporasi seperti Indomaret diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen Bupati: Pendampingan dan “Pembathinan” Ruhiologi
Gayung bersambut, Bupati Bungo, H. Dedy Putra, menyambut hangat inisiatif kerjasama NU Care LazisNU dengan PT Indomaret untuk pemberdayaan ekonomi umat melalui bantuan bagi penerima manfaat UMKM. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa bantuan ini tidak akan dilepas begitu saja. “Para pelaku UMKM penerima manfaat akan menjalani pelatihan intensif selama dua hari. Tidak berhenti di situ, akan ada pendampingan serta monitoring dan evaluasi (Monev) setiap bulan untuk memastikan usaha mereka tetap berjalan di jalur yang tepat,” tegas H. Dedy Putra.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa aspek terpenting dari pelatihan ini adalah “Pembathinan” konsep Ruhiologi. Para pedagang tidak hanya diajarkan teknik berdagang, tetapi dikuatkan mentalitas dan spiritualitasnya. Dengan batin yang tertata, pelaku UMKM diharapkan mampu menghadapi tantangan pasar dengan optimisme tinggi.
Hati Senang, Usaha Lancar
Melalui program ini, bantuan fisik berupa gerobak dan modal usaha kini bersatu padu dengan kekuatan pemikiran. Kehadiran armada layanan umat juga semakin memperkokoh ekosistem sosial di Bungo.
Dengan jargon “Hati senang, Ruhiologi solusinya”, Kabupaten Bungo kini memimpin di depan, membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi terbaik adalah yang menyentuh sisi terdalam manusia: yaitu ruhaninya.

